BerandaBERITAAilurophobia, Rasa Takut Berlebihan pada Kucing

Ailurophobia, Rasa Takut Berlebihan pada Kucing

Phobia kucing juga dikenal dengan ailurofobia (ailurophobia). Istilah ailurophobia ini berasal dari kata “ailuros” yang berarti kucing dan “phobia” yang berarti ketakutan dalam bahasa Yunani.

Ailurofobia adalah ketakutan yang berlebihan dan tidak masuk akal terhadap kucing. Fobia ini termasuk ke dalam golongan fobia spesifik (specific phobia).

Pengidap fobia ini akan mengalami kecemasan dan ketakutan saat memikirkan kucing, melihat kucing atau gambar kucing, atau mendengar suara kucing.

Orang tersebut cenderung menghindar saat berkunjung ke tempat yang banyak kucing. Mereka juga enggan terlibat dalam pembicaraan yang melibatkan kucing di dalamnya.

Pada kondisi yang parah, orang-orang dengan ailurophobia lebih memilih untuk tidak meninggalkan rumah demi menghindari kemungkinan kontak langsung dengan kucing.

Gangguan kecemasan ini tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, rasa takut yang Anda alami dapat mengganggu kehidupan sosial bila tidak ditangani dengan baik.

Gejala utama dari ailurofobia adalah ketakutan berlebihan saat melihat atau mendengar suara kucing. Gejala fobia spesifik ini dapat terjadi secara psikologis maupun fisik.

Dikutip dari Cleveland Clinic, beberapa gejala psikologis dari ailurofobia meliputi:

kepanikan dan rasa takut saat memikirkan kucing,menghabiskan banyak waktu memikirkan cara untuk menghindari kucing, danperasaan takut saat berada di tempat yang mungkin terdapat kucing.

Sementara itu, gejala fisik yang turut menyertai tanda-tanda phobia kucing meliputi:

  • pusing,
  • perasaan gelisah,
  • berkeringat berlebihan (hiperhidrosis),
  • mual dan muntah,
  • detak jantung cepat,
  • kesulitan bernapas,
  • otot tegang, dan
  • tubuh gemetar (tremor).

Cara menangani phobia kucing

Tidak selamanya orang yang mengalami fobia memerlukan perawatan medis. Pengobatan fobia kucing pun akan tergantung pada seberapa parah kondisi ini memengaruhi hidup Anda.

Orang-orang dengan ailurofobia mungkin memilih untuk tidak berinteraksi dengan orang yang memelihara kucing. Mereka juga bisa mengurung diri agar tidak bertemu kucing sama sekali.

Pada kondisi yang parah ini, beberapa penanganan fobia berikut bisa membantu Anda saat menghadapi ketakutan tersebut.

1. Terapi paparan

Terapi paparan (exposure therapy) dapat membantu orang yang memiliki fobia untuk menghadapi objek atau situasi yang selama ini dihindarinya karena memicu kecemasan.

Psikolog pertama kali akan menunjukkan gambar kucing. Setelah Anda sudah mampu menghadapinya, psikolog akan memperlihatkan video kucing, lalu mungkin mempertemukan Anda dengan kucing.

Tenang saja, semua ini dilakukan secara bertahap dalam situasi yang terkendali. Dukungan dari psikolog akan membangun toleransi Anda terhadap pemicu fobia, yakni kucing.

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang timbul akibat rasa takut Anda terhadap kucing.

Psikolog akan membantu Anda mengubah pola pikir dan perilaku menjadi lebih positif saat menghadapi sumber rasa takut. Umumnya, terapi ini dilakukan bersamaan dengan terapi paparan.

3. Obat-obatan

Tidak ada obat yang dirancang khusus untuk mengobati fobia. Namun, dokter bisa meresepkan obat penenang dan antidepresan untuk mencegah atau mengatasi gejala yang cukup parah.

Penggunaan obat ini tidak dianjurkan dalam jangka panjang sebab dapat meningkatkan risiko kecanduan. Pastikan untuk selalu mengikuti aturan pakai obat dari dokter Anda.

  • Fobia kucing atau ailurofobia adalah suatu ketakutan berlebihan dan tidak masuk akal terhadap kucing.
  • Pengidap phobia kucing akan mengalami gejala fisik dan psikologis ketika berhadapan dengan kucing, seperti merasa takut, panik, detak jantung cepat, dan sesak napas.
  • Meski biasanya muncul akibat trauma masa kecil, fobia spesifik ini juga bisa diakibatkan oleh riwayat keluarga, faktor lingkungan, atau pengaruh orang lain dengan fobia serupa.
  • Ketakutan berlebihan akan kucing dapat diatasi melalui psikoterapi dan bila perlu, konsumsi obat resep dari dokter.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular