SERANG – Badan Meteorologi, Kalimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob di wilayah Pesisir Banten, yang diprediksi terjadi pada 17 hingga 26 Februari 2023 untuk wilayah Barat Banten. Sementara, untuk wilayah pesisir Selatan Banten terjadi pada 18 hingga 26 Februari 2023.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan potensi terjadinya bajir rob itu dikarenakan adanya fenomena Super New Moon atau fase Bulan Baru yang bersamaan dengan Perigee (Jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 20 Februari 2023.
“Berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia,” kata Eko, Selasa (174/2/2023).
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Serang Diat Hermawan mengatakan adanya peringatan dari BPBD itu, pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana non struktural.
“Kami fokus di mitigasi bencana, mitigasi becana mitagasi non struktural (bisa terjadi, bisa tidak) dalam arti penguaptan terhadap pencegahan dan penguatan terhadap kesiap siagaan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan seluler, Selasa (14/2/2023).
Pihaknya sudah membentuk kelurahan tangguh bencana. Hal itu, dikarenakan kelurahan merupakan ujung tombak kebencanaan.
“Salah satunya kita membentuk kelurahan tangguh bencana, sebab ujung tombak atau yang merasakan pertama kebencanaan masyarakat,” ujarnya.
Kata dia, hal itu dilakukan dikarenakan ketika petugas BPBD sedang berada dilokasi yang berjarak cukup jauh maka masyarakat dapat siap siaga menghadapi bencana.
“Jadi saya memperkuat di level masyarakat, bukan berarti BPBD lemah, tidak karena (ketika) BPBD ada dikasemen, mohon maaf bencanya ada di Cipocok itukan butuh waktu,” katanya.
“Jadi masyarakat dulu yang siap siaga sebelum datang relawan atau pertolongan lain dari swasta atau dari kami pemerintah,” imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan himbauan kepada masyarakat mengenai adanya peringatan cuaca buruk dari BMKG. “Kami juga rutin melakukan himbauan iklan media, sosialisasi kemasyarakat akan bahaya prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG,” ujarnya. (Fik)





