BerandaBERITAAgar Tetap Glowing, Wanita Jepang Tempo Doeloe Gunakan Kotoran Burung untuk Perawatan...

Agar Tetap Glowing, Wanita Jepang Tempo Doeloe Gunakan Kotoran Burung untuk Perawatan Wajah

Kebiasaan menggunakan produk kecantikan berbahan kotoran burung sudah dikenal wanita Jepang sejak periode Edo tahun 1603-1868. Perawatan wajah tersebut namanya Uguisu No Fun. Namun awal mulanya bukan dari sana, kita mundur lagi masa lebih lampau yakni saat masa keemasan budaya di Jepang yakni periode Heain tahun 794 – 1185.

Dikutip dari She Knows, kotoran burung Uguisu, yang dalam bahasa Jepang disebut Uguisu no fun, dulunya pertama dikenalkan oleh masyarakat Korea kuno. Mereka awalnya memanfaatkan kotoran burung ini sebagai bahan untuk menghilangkan warna pada kain dengan tujuan untuk menciptakan pola-pola unik pada kain tersebut.

Para Geisha menyadari bahwa kotoran burung Uguisu ternyata memiliki kemampuan untuk membersihkan dan mencerahkan kulit wajah mereka. Akhirnya, kotoran burung Uguisu menjadi bagian dari skin care routine mereka yang ikonis hingga hari ini.

Dikutip dari The Guardian, kotoran burung Uguisu diklaim dapat membersihkan makeup secara menyeluruh dan membuat kulit wajah tampak cerah dan bersih. Bahkan, bahan ini disebut mampu membantu mengatasi jerawat dan meminimalisir penampilan pori-pori yang besar di kulit.

Selain itu, dilansir Byrdie, penggunaan kotoran burung Uguisu sebagai masker bisa membuat kulit terasa lebih halus dan benar-benar glowing. Beberapa orang yang telah mencoba langsung perawatan kulit dengan kotoran Uguisu ini menyebut bahwa efek dari masker ini memang terlihat cukup jelas, meskipun tidak revolusioner.

Kendati nama bahannya agak kurang enak didengar, masker dari kotoran burung Uguisu ini sebenarnya tidak semenyeramkan yang dibayangkan, Ladies. Dikutip dari The Guardian, di era modern ini, masker kotoran Uguisu dijual dalam bentuk bubuk. Burung-burung Uguisu yang menjadi sumber utama masker ini adalah burung yang diternakkan dan hanya memakan biji-bijian organik.

Kotoran burung tersebut disterilisasi dengan menggunakan sinar UV. Kemudian, mikro-organisme berbahaya seperti bakteri, spora-spora jamur, hingga bangkai bakteri yang sudah mati dihilangkan dari kotoran burung Uguisu.

Kemudian, kotoran yang sudah disterilisasi dan dibersihkan akan dikeringkan dan diolah ke dalam bentuk bubuk. Setelahnya, produk kotoran burung Uguisu dalam bentuk bubuk akan dimasukkan ke dalam kemasan botol dan dijual dengan harga USD 31, atau sekitar Rp 453 ribu untuk 30 gr.

Diketahui, hanya ada dua perusahaan yang disetujui oleh Pemerintah Jepang dalam memproduksi masker kotoran burung Uguisu ini, Ladies. Oleh karenanya, bisa dibilang, produksinya cukup terkontrol dengan baik.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular