BerandaBERITABangkitkan Ekonomi Papua, Pangkogabwilhan III Cari Bibit Berpotensi di Ciwidey

Bangkitkan Ekonomi Papua, Pangkogabwilhan III Cari Bibit Berpotensi di Ciwidey

BANDUNG – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen I Nyoman Cantiasa, melakukan kunjungan ke Lapangan Kogabwilhan III dan tiga titik sentra pertanian di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jumat (11/3/2022).

Kunjungan lapangan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti perintah Panglima TNI sesuai Instruksi Presiden RI, Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Nantinya, TNI selain memberikan dukungan pengamanan juga mendukung Program pemerintah daerah melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial baik didaerah pedalaman, terjauh, terpencil dalam upaya Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Implementasinya di lapangan adalah bagaimana kita coba memfasilitasi, membina dan mendampingi masyarakat Papua dalam membangun wilayahnya di bidang pertanian, perkebunan, perikanan yang merupakan potensi yg luar biasa yang bila diolah dan dikembangkan akan sangat membantu kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat melalui kegiatan Binter,” jelas Pangkogabwilhan III, Nyoman Cantiasa dikutip Sabtu (12/3/2022).

Nyoman mengatakan, pembudidayaan kebun tanaman Sereh dan produksi Minyak Atsiri yang ada di Kawasan Ciwidey dapat menjadi percontohan yang dapat diterapkan di Papua sebagai sumber pendapatan dari bidang pertanian.

“Mungkin bisa menjadi alternatif yang bisa kita kembangkan di Papua, ini menjadi model program kami untuk bisa kita sebarkan di sana, kita coba perkenalkan, sosialisasi dan kita akan bawa Tim Pendamping ahli pertanian ke Pemda dan masyarakat,’ tutur Pangkogabwilhan III.

Nantinya, menurut Nyoman, pihaknya akan memfasilitasi dan memberi pelatihan di Subang, untuk masyarakat Papua yang ingin belajar budidaya tanaman sereh dan minyak astiri, maupun bidang pertanian lainnya.

“Kita mencoba memfasilitasi, mencari solusi dengan berkoordinasi pemerintah daerah termasuk kementerian dan lembaga serta pengusaha. Mulai dari pelatihan, SDM, kita support masyarakat Papua untuk menjadi pengusaha dibidang pertanian,” ucap Nyoman Cantiasa.

“Kita siapkan, kita latih di Subang sebulan kemudian mereka balik kita dampingi untuk membangun tanah Papua,” tambahnya.

Pangkogabwilhan III Nyoman Cantiasa meninjau bibit kopi unggulan di kawasan Ciwidey, Bandung.

Ia menjelaskan, hal ini merupakan upaya TNI untuk merawat dan mengembangkan potensi Papua. Nyoman berharap, dengan berkembangnya potensi dan perekonomian masyarakat Papua, dapat juga mengurangi konflik.

“Kami TNI cari cara alternatif untuk para pemuda untuk turun ke desa, karena sudah ada contoh nyata di Fak-Fak sudah ada export pala dan solusi ekonomi bagus nantinya tidak ada konflik karena hidup sudah nyaman,” jelasnya.

Ketum Sentra Usaha Tani dan Agribisnis Nusantara (SUTA Nusantara) Dr Dadung Harisetyo mengatakan, tanaman sereh dan minyak astri sangat cocok untuk dikembangkan di Papua.

“Bibitnya mudah, tidak terlalu susah perawatannya, enam bulan langsung dipanen pertama dan bertahan 12 tahun. Bila ingin diganti tanaman yang baru, tanamannya tidak rewel karena setelah dipanen langsung daunnya bisa diolah, disuling dan bisa dijual,” paparnya.

Selain itu Dadung juga mengutarakan tentang pontensi Asparagus, Strawberry, kentang dan kopi agar bisa diduplikasi di wilayah Papua. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular