CILEGON – Kota Cilegon sampai dengan saat ini masih berkomitmen untuk memperhatikan para guru honorer madrasah dan guru ngaji. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anggaran yang dialokasikan untuk honor guru madrasah pada anggaran Bantuan Pendidikan Kesejahteraan Guru (BPKG).
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan, untuk tahun depan, nilai total anggaran untuk honor guru mencapai Rp33 miliar.
“Itu dialokasikan tidak cuma untuk guru honorer RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah) MTs (Madrasah Tsanawiyah, dan MA (Madrasah Aliyah). Tapi juga untuk guru honorer madrasah Diniyah dan guru ngaji. Baik guru ngaji di masjid, Musala, maupun guru ngaji yang di rumah-rumah,” kata laki-laki yang akrab disapa Kang Aya ini kepada wartawan, Senin (20/12/2021).
Menurutnya, semua itu tentu harus sesuai dengan nama-nama yang sudah diusulkan ke Pemkot. “Kalau namanya tidak ada, ya tidak dapat”, ujarnya.
Dengan adanya anggaran tersebut, kata dia, berarti Pemkot menjadi kabupaten dan kota satu-satunya yang komitmen untuk kesejahteraan guru honorer madrasah, diniyah, dan guru ngaji.
“Yang saya tahu, Pemda yang benar-benar komitmen terhadap para guru honorer ya Cilegon,” tambahnya.
Oleh sebab itu, Rahmatullah berharap, agar para guru yang sudah mendapatkan honor tersebut juga bisa memberikan kontribusinya terhadap dunia pendidikan Islam di Kota Cilegon.
“Bahkan harus mampu menghadirkan SDM (sumber daya manusia) lokal Cilegon yang memang madrasah jadi tempat pendidikannya,” tandasnya. (mam)





