BerandaBERITASukses Di Tengah Pandemi, Pasutri Ini Raup Omzet Puluhan Juta Dari Jahe...

Sukses Di Tengah Pandemi, Pasutri Ini Raup Omzet Puluhan Juta Dari Jahe Merah

TANGERANG – Membaca peluang usaha di tengah pandemi Covid-19 tidaklah mudah, namun lain halnya dengan Ayu Puspa Nanda, bersama sang suami, ia berhasil meraih untung puluhan juta rupiah melalui produk jahe merah instan dengan merek dagang ‘Jeumaroe Abang’.

Tempat produksi yang berlokasi di Gang Masjid Al Falah, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Dibutuhkan sekitar 360 Kg jahe merah per bulan untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Ayu (31) mengatakan, hal tersebut bermula dari jahe merah yang dikonsumsi oleh dirinya bersama suami. Lantaran proses pembuatan membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya ia pun memutuskan untuk menjadikan jahe merah ini menjadi serbuk. 

“Awalnya memang jahe merah ini tidak untuk usaha, karena suami jago masak, jadi dia setiap hari buat jahe merah yang dicampurkan dengan sereh, kayu manis, dan cengkeh. Cuma setiap hari kita buat dengan waktu yang cukup lama, dari situ akhirnya kita buat lebih banyak untuk stok,” ujarnya, Senin (13/12/2021). 

Bermodalkan uang Rp500.000, dirinya bersama sang suami berhasil raih Rp40 Juta pada penjualan pertama di tahun 2020 lalu. Dinamai Jeumaroe Abang, yang di mana kata Jeumaroe berasal dari bahasa Aceh yang artinya jemari. 

“Resep ini memangkan awalnya suami yang buat, trus pada saat memutuskan untuk diperjualbelikan, saya namakan Jeumaroe Abang. Kebetulan saya panggil suami dengan sebutan Abang dan kata Jeumaroe dari bahasa Aceh yang artinya Jemari. Selain itu, dari awal hingga saat ini proses pembuatan dilakukan oleh laki-laki, karena untuk mengaduk adonan butuh ekstra tenaga yang lebih besar,” katanya. 

Sempat mengalami kendala pada kadar manis, namun hal itu tidak membuatnya berhenti mencoba agar rasa jahe merah disukai semua kalangan. 

“Di kadar manis itu, karena kan sebagian ada yang lebih suka manis dan ada juga yang engga. Jadi kita cari gula yang tidak terlalu manis dan tidak menghilangkan rasa jahe itu sendiri dan memang kemarin kendala di harga jahe merah yang naik turun,” ungkapnya. 

Ibu dari dua orang anak ini juga mengharapkan agar produknya semakin berkembang pesat. “Saya harap penjualannya tetap stabil, serta produk ini tidak hanya dicari pada saat pandemi saja. Dan kita juga ingin menambah jenis produk dari olahan jahe merah,” pungkasnya. (RT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular