BerandaBERITALotek Teteg, Salad Khas Yogyakarta yang Murah dengan Porsi Jumbo

Lotek Teteg, Salad Khas Yogyakarta yang Murah dengan Porsi Jumbo

Bagi para backpacker, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu provinsi yang tidak asing untuk dikunjungi. Sebab, Yogyakarta dikenal sebagai destinasi yang banyak menyediakan tempat wisata, penginapan, serta tempat kuliner yang murah.

Untuk wisatawan yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta, tidak ada salahnya untuk mampir ke salah satu warung Lotek Teteg yang terkenal enak dan murah dengan porsi jumbo di Jalan Argolubang 184 Gang Delima GK. IV/196, Baciro, Yogyakarta.

Rasanya yang enak dan nikmat menjadikan makanan sejenis salad yang sekilas mirip dengan gado-gado ini mampu menghipnotis para pemburu kuliner di Kota Gudeg ini.

Bumbu kacang yang diuleg dengan lembut, meresap sempurna di antara rebusan bayam, kacang panjang, ketimun, serta daun seledri yang menjadi isi dari menu satu ini. Ditambah, kerupuk yang renyah menambah tekstur lotek teteg menjadi lebih kaya di mulut.

Dengan harga yang sangat terjangkau, warung lotek teteg yang terletak hanya beberapa meter di sebelah timur Stasiun Lempuyangan itu akan menyajikan seporsi lotek dengan porsi jumbo.

Yang menambah daya tarik dari warung lotek teteg yang sudah berdiri sejak 1968 tersebut adalah ukuran cobek yang digunakan membuat bumbu lotek. Mereka menggunakan cobek yang memiliki diameter 80 cm yang bisa menyajikan 80 porsi. Sehingga, begitu pesanan datang, maka tidak lama kemudian, satu porsi lotek teteg pun sudah siap dihidangkan.

Menurut Bu Nur, generasi ke dua dari pemilik warung ini, sedari dulu cobek sebesar itulah yang digunakan untuk membuat bumbu kacang. Ide tersebut dipertahankannya sejak digagas Pak Untung, pendiri sekaligus ayahnya.

Cobek besar ini dipakai supaya lebih praktis dan tidak menghilangkan cita rasa dari bumbu kacang. Hal itulah yang menjadikan bumbu kacang di warung ini sangat khas, tampilannya lebih pekat dan rasanya berbeda dari lotek di tempat lain. 

Nama ‘teteg’ berasal dari Bahasa Jawa yang berarti pagar, sebab warung lotek tersebut dekat dengan pintu perlintasan kereta api.

Disarankan, untuk pengunjung yang ingin mencicipi lotek teteg ini dengan puas, sebaiknya hindari datang di jam makan siang antara pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB karena ramainya pelanggan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular