BerandaBERITAHujan Deras Sebabkan Banjir Hingga Longsor di Yogyakarta

Hujan Deras Sebabkan Banjir Hingga Longsor di Yogyakarta

Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur rata di seluruh wilayah DI Yogyakarta, pada Kamis (11/11/2021). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik mengalami pohon timbang, banjir, hingga tanah dan talut longsor.

Di Kapanewon Prambanan, longsor menimpa salah satu rumah warga. Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman Adib Maskur menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 06.00 dan menimbun rumah milik Eko Rahmanto (35), warga Padukuhan Gedang Bawah, Kalurahan Sambirejo.

“Longsoran talut itu sepanjang 20 meter dengan tinggi 4 meter. Sementara rumah Eko berjarak satu meter dari talut,” ungkap Adib, melansir dari radarjogja.jawapos.com.

Adib menambahkan, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Namun Eko dan keluarganya sementara mengungsi ke rumah tetangga terdekat.

Di Kota Jogja, talut longsor sekitar pukul 10.15 di wilayah Terban, Gondokusuman. Akibat peristiwa ini, seorang warga tertimbun longsor hampir setengah badan hingga mengalami luka berat dan dibawa ke rumah sakit.

“Sekitar pukul 10.00 terdengar glueeerrr… bleeeng sambil ada suara teriakan minta tolong. Aku sama ponakan sedang duduk di sini (depan rumah menghadap Kali Code), saya kira rumah di atas. Nggak tahunya kaki korban sudah tertimbun sampai setengah badan,” tutur tetangga korban, Aminah Zubandi.

Relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) Terban, Bakir Pryatino, mengatakan bahwa faktor utama dari longsornya talut juga dikarenakan retak yang sudah lama berlangsung. Dari tiga saf talut sepanjang kurang lebih 30 meter, sebagian besar sudah rapuh karena usianya yang sudah puluhan tahun.

Di sekitaran UGM, pohon besar tumbang terjadi di Jalan Teknika Utara, sebelah utara RSUP Dr Sardjito. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, ada empat korban luka akibat peristiwa ini. Satu korban mengalami patah tulang iga belakang, sedangkan tiga korban lainnya mengalami luka-luka.

Di Kabaten Gunungkidul, banjir merendam sejumlah titik di pesisir Pantai Selatan. Salah satu kawasan terdampak banjir genangan adalah Pelabuhan Sadeng di Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo.

Di wilayah tersebut, banjir menggenang dengan ketinggian air mencapai satu meter. Kuat dugaan luapan air merupakan kiriman dari perkampungan dan sungai purba yang airnya mengarah ke kawasan pemukiman Pelabuhan Sadeng.

“Akibatnya barang berharga milik warga hanyut dan sebagian warga lainnya sempat mengungsi ke gedung di sekitar Pelabuhan Sadeng,” ungkap Koordinator Tim SAR Korwil I Wilayah Gunungkidul Sunu Handoko.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa curah hujan diprediksi mengalami peningkatan pada November-Desember 2021 dan mencapai puncaknya Januari- Februari 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular