Melonjaknya kasus Covid-19 secara drastis, membuat ketersediaan tabung oksigen menjadi langka. Hal ini dirasakan langsung oleh Geri (33), Warga Pondok Bahar, Karang Tengah, Kota Tangerang.
Geri menyebutkan, ia dan keluarga sedang mencari oksigen untuk adiknya yang terpapar Covid-19, lantaran persediaan oksigen di rumahnya sudah habis. Ia memutuskan mengisi ulang di Eka Medical Oxigen yang berlokasi di Jalan Kh. Hasyim Ashari, No.9, Kota Tangerang.
“Jadi di UGD pondok Bahar itu kehabisan oksigen, puskesmas. Jadi akhirnya orang tua saya sempet gak ketolong, jadi pas saya sudah punya oksigen ini udah kita coba sampai kita bawa pulang kerumah juga kan karena rumah sakit agak sulit jadi kita bawa ke rumah orangtua,” tutur Geri, di lokasi. Senin, (5/7).
Sebelumnya, Geri memiliki tabung oksigen namun ternyata isi oksigennya habis, dirinya memutuskan untuk larikan ke UGD namun persediaan oksigen pun habis. Keterlambatan oksigen membuat orangtua (Ayah) Geri meninggal dunia karena sesak nafas dan demam tinggi.
“Kita punya yang tabung kecil. Tabung kecil cuma bertahan satu hari akhirnya baru kemarin Minggu orang tua kami meninggal, bapak saya,” kata Geri.
“Sesak nafas, bukan Covid-19. Sudah kita tes soalnya, sesak nafas sama demam, jadi gak ada gejala Covid-19,” tambahnya.
Geri mengaku, khawatirkan sesak membeli isi ulang oksigen untuk adik laki-lakinya tang terpapar Covid-19, dikhawatirkan sesek nafasnya. Dirinya membeli isi ulang oksigen berukuran 6m³, cukup untuk dua hari penuh.
“Beli oksigen untuk jaga2 karena adik sakit Covid-19. Oksigen ini untuk adik isolasi dirumah,” tutupnya. (RT)




