Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus pengamat hukum, Prof. Indriyanto Seno Adji mengapresiasi gagasan dan langkah yang diambil oleh Kepala Kejaksaan Agung RI, ST Burhanuddin dan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Asep N Mulyana, yang telah melekatkan nama Raden Soeprapto sebagai Bapak Kejaksaan RI menjadi nama jalan utama di Kota Serang, Banten.
Pengabadian nama R. Soeprapto disiapkan Kejagung RI dan Kejati Banten sebagai kado spesial jelang HUT Adhyaksa ke-61. “Selain momentum HUT Adhyaksa, langkah Kejati Banten dalam pengabadian nama R.Seoprapto menjadi nama jalan juga menjadi bentuk integritas dalam merawat warisan tinggi dari negara yang patut disyukuri dan diapresiasi bersama.” Ujar Indriyanto.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, Asep N Mulyana mengatakan, pemberian nama Raden Soeprapto merupakan bentuk penghormatan setinggi-tingginya kepada pimpinan terdahulu di Kejaksaan RI yang telah berjasa membangun institusi dan membangun kejaksaan sebagai satu pilar penegak hukum di Indonesia. “Jaksa Agung RI keempat, R Soeprapto, menjadi contoh dan teladan bagi jajaran kejaksaan di seluruh Indonesia bagaimana integritas dan kiprahnya dalam penegakan hukum dan keadilan.” Pungkas Kajati Banten.
Hal tersebut disambut baik dan dikuatkan oleh Jaksa Agung, ST Burhanuddin yang mendukung penuh langkah Kejati Banten dalam pengusulan Jaksa Agung RI keempat, R Soeprapto, sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, Jaksa Agung RI pada periode 1950-1959 ini sangat berperan dalam hukum Indonesia.
“Beliau semasa hidupnya dikenal sebagai figur yang tegas, berwibawa dan gigih dalam mempertahankan serta menjunjung tinggi hukum di Indonesia. Bahkan beliau tidak segan mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan pendiriannya,” kata Burhanuddin.
Diketahui R. Soeprapto hampir menghabiskan masa hidupnya dengan memberikan dedikasi dan loyalitas untuk institusi kejaksaan hingga kejaksaan memiliki citra yang positif. Sebelum menjabat sebagai jaksa agung, R. Soeprapto memulai sepak terjangnya menjadi hakim di berbagai daerah di Indonesia. Ia dimakamkan di tempat makam pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.



