Melihat potensi madu trigona di Banten yang cukup besar membuat Nana suryana salah warga Kampung Cipadang, Desa Cipadang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten. Mengembangkan usaha madu Trigona atau orang sunda mengenalnya dengan sebutan madu teuwel. Nana Suryana awalnya belajar budidaya madu trigona ini dengan melihat-lihat di media sosial lalu mengembangkanya.
“Jadi, pertama saya melihat potensi madu teuwel, di rumah-rumah belum ada sama sekali yang pernah bertelur, tapi saya lihat di rumah-rumah di saung-saung itu banyak sekali. Terus kenapa saya gak manfaatin. Saya belajar dari Facebook, ohh begini caranya. Saya modifikasi yang lebih baik, setup-nya saya pindahkan. Alhamdulillah target saya satu tahun itu, 2.000 koloni. Alhamdulillah tercapai,” ujar Nana.
Nana melanjutkan, perkembangan madu trigona cukup pesat di Banten, sampai-sampai dari Jawa Timur dan Bali. Mencari koloni madu trigona dari Banten yang sudah siap dibudidaya. Dalam pengembangan usaha madu Trigona ini, satu minggu itu harus ada 4.000 koloni untuk budidaya.
Yang membedakan madu teuwel atau trigona dari madu biasa yaitu kadar air lebih tinggi jadi lebih encer. Rasa madu ini ada rasa asam, kalo madu biasanya rasanya manis. Untuk madu trigona rasanya asam manis.
Nana juga mengatakan, sering didatangi peneliti dari LIPI (Lembaga Penelitian Indonesia) dan dari mahasiswa untuk mengadakan penelitian di usaha madu trigona miliknya. Maanfaat madu trigona ini, lebih tinggi lima kali lipat dari madu biasa. Terutama kandungan asam amino yang tinggi, hasil penelitian dari LIPI dan bagus untuk perkembangan anak-anak. (sultantv-02)




