BerandaUNING BOTEN?Di Tengah Pandemi, Amankah Makan di Luar Rumah?

Di Tengah Pandemi, Amankah Makan di Luar Rumah?

Pada saat angka kasus COVID-19 mulai meningkat drastis, kemewahan makan di luar mulai menjadi pemandangan yang langka. Bagaimana tidak, wilayah yang terkena dampak cukup serius dari COVID-19 mengimbau pemilik restoran untuk tidak menerima pelanggan yang makan di sana. 

Sebenarnya, makan di restoran pun bukan merupakan keperluan mendesak, sehingga alangkah baiknya tetap berada di rumah demi menghindari penularan virus. Terlebih lagi, kini kebanyakan restoran menyediakan layanan pesan antar makanan ke pelanggan setia mereka. 

Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya pemerintah pun mulai melonggarkan aturan dan memperbolehkan kembali sejumlah restoran menerima pelanggan makan di sana. Di beberapa wilayah di Indonesia dengan angka kasus yang tidak begitu tinggi pun masih menerima makan di tempat.

Sebagian orang merasa makan di luar rumah saat COVID-19 masih tergolong aman jika mengikuti prosedur pencegahan dan menjaga kebersihan diri sendiri.

Menurut dr. Robert W. Amler, dekan New York Medical College kepada New York Times ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat makan di luar sebagai berikut.

1. Mengetahui risiko diri sendiri

Pada saat hendak makan di luar rumah di tengah COVID-19, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memeriksa kesehatan dan mengetahui risiko diri sendiri. 

Begini, COVID=19 dapat menyerang siapa saja dan penyakit pernapasan ini dapat menimbulkan gejala yang beragam. Mulai dari ringan hingga parah dan bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi infeksi virus masih bisa menyebar ke orang lain. 

Siapa pun yang termasuk dalam kategori berisiko tinggi yang dilansir dari CDC, tentu perlu lebih berhati-hati saat makan di luar. Imbauan ini berlaku khususnya untuk lansia. 

Maka dari itu, sebelum memutuskan makan di restoran sebaiknya kenali dahulu tubuh Anda sendiri. Apakah Anda termasuk kelompok yang berisiko mengembangkan gejala yang parah saat terkena COVID-19 atau pernah berkontak langsung dengan pasien positif?

Jika iya, menahan diri sejenak untuk tidak makan di luar bisa menjadi pilihan yang baik demi mengurangi risiko penularan ke diri sendiri maupun anggota rumah. 

2. Melihat keadaan restoran terlebih dahulu

Jika Anda sudah bertekad bulat untuk tetap makan di luar saat pandemi COVID-19 berlangsung, cobalah untuk memeriksa keadaan restoran terlebih dahulu. Apakah pegawai dan kebersihan area makan di tempat makan sudah sesuai protokol atau belum. 

Sebenarnya, Anda bisa menanyakan hal tersebut sebelum melangkah ke luar rumah. Anda dapat menghubungi restoran yang hendak dikunjungi lewat media sosial atau telepon. Entah itu seputar penerapan physical distancing atau penggunaan masker oleh karyawan restoran. 

BPOM Indonesia telah mengeluarkan panduan umum yang dapat diikuti oleh penjual makanan. Mulai dari memastikan kebersihan tempat makan hingga melihat keamanan pangan di restoran. 

Apabila sudah terlanjur ke luar, Anda bisa langsung memeriksa keadaan restoran. Mulai dari jarak meja hingga terdapat ruang sekitar 1-2 meter antar pelanggan perlu dilihat. Jika terlalu ramai, mengurungkan niat atau memilih tempat makan lain sepertinya lebih baik. 

Pasalnya, berkerumun dengan keramaian di pintu masuk atau di dalam restoran dapat menyebabkan Anda lebih banyak berkontak langsung dengan orang lain. Hal tersebut justru dapat meningkatkan penyebaran virus karena tidak dapat meberikaan jarak satu sama lain. 

Makan di luar rumah saat pandemi COVID-19 memang memiliki banyak pertimbangan. Namun, salah satu hal yang terpenting adalah melihat keramaian yang terjadi di restoran tempat Anda ingin makan. 

3. Memilih meja di luar ruangan

Kondisi restoran sudah diperiksa dan semuanya terlihat baik-baik saja, Anda mungkin dapat mulai merasa aman makan di luar rumah saat pandemi COVID-19. Namun, alangkah baiknya untuk memilih meja di luar ruangan. 

Pendingin ruangan dapat meningkatkan risiko penyebaran COVID-19. Pada penelitian tersebut memperlihatkan bahwa seorang wanita di Tiongkok makan di sebuah restoran beberapa hari sebelum ia menunjukkan gejala. 

Kemudian, virus yang ada di tubuhnya menginfeksi empat sampai lima orang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pendingin ruangan yang ada di belakang wanita tersebut membantu penyebaran droplet (air liur).

Agar risiko tersebut dapat berkurang ketika makan di luar rumah, sebaiknya pilihlah meja di luar. Dengan begitu, akan ada banyak ruang dan memungkinkan Anda untuk menjaga jarak dengan pelanggan lainnya. 

4. Tetap menggunakan masker

Imbauan untuk menggunakan masker saat bepergian, termasuk makan di luar rumah di tengah COVID-19, adalah hal yang penting dilakukan. Baik Anda maupun pegawai restoran dianjurkan untuk memakai masker sebagai upya mencegah penularan COVID-19. 

Selain menjaga kebersihan dengan rutin cuci tangan dan menjaga jarak, penggunaan masker diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus lewat droplet. Akan tetapi, masalah utamanya adalah menggunakan masker saat makan menjadi tantangan tersendiri. 

Kebanyakan restoran mungkin akan meminta pengunjung datang menggunakan masker dan melepasnya sebentar untuk makan dan minum. Lalu, mereka akan memakainya kembali saat berbicara. 

Oleh karena itu, masker kini bukan lagi aksesoris tambahan, melainkan bagian dari keharusan saat bepergian ke luar rumah, terutama makan di restoran.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular