SERANG, Sultantv.co – Wali Kota Serang Budi Rustandi menanggapi kritikan masyarakat terkait 100 hari kerja dirinya bersama pasangannya, Nur Agus Aulia, yang dinilai belum puas di mata publik.
Ketidakpuasan masyarakat terhadap 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang, Budi-Agis, disampaikan melalui poling yang tersebar di media sosial.
Bahkan, lembaga kajian Election and Democracy Studies (EDS) menilai bahwa periode awal kepemimpinan Budi-Agis di 100 hari kerja lebih condong kontroversi dan seremoni, ketimbang capaian nyata dari hasil program kerjanya.
Menurut Budi, 100 hari kerja bukan tolak ukur keberhasilan kinerja seorang kepala daerah. Namun, 100 hari kerja dijadikan momentum seorang kepala daerah untuk bisa menyusun konsep atau membuat perencanaan program kerja yang dapat dilaksanakan di lima tahun kedepan.
“Ya kalau 100 hari kerja kan waktunya sedikit, tidak mungkin langsung tring semua seperti simsalabim. Artinya, di sinilah 100 hari kerja itu dibutuhkan seorang leader (pemimpin) ketika mempunyai konsep untuk disusun di 100 hari kerja ini,” ujar Budi, ditemui di Puspemkot Serang, Rabu, 11 Juni 2025.
Politisi Gerindra ini menyebutkan, jika dirinya tengah melakukan beberapa gebrakan baru untuk menata ulang wajah Kota Serang di lima tahun kedepan, sebagai Ibukota Provinsi Banten yang sesungguhnya.
“Contoh kita akan merubah Alun-alun Kota Serang, pasar Rau, pasar Royal, jalan perbatasan dibetonisasi, rumah sakit, kesehatan, termasuk pendidikan,” ungkap Budi.
Pihaknya pun menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang sebesar Rp 600 miliar di tahun 2026 mendatang.
Dengan anggaran tersebut, dikatakan Budi, pihaknya akan melakukan banyak pembangunan yang menjadi program prioritas seperti penataan kota dan pembangunan infrastruktur betonisasi. Sehingga semua akses jalan di setiap lingkungan bisa bagus dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tapi secara bertahap menyesuaikan keterbatas atau fiskal Kota Serang yang ada makanya kita harus membagi keuangan tersebut. Termasuk penerangan jalan umum. Kemari PJU di stadion sudah dipasang itu sesuai instruksi saya agar itu terang, sambil menunggu pembangunan dari dinas lingkungan hidup,” pungkasnya.
Sementara, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan alun-alun berasal dari APBD Pemkot Serang. Namun, Budi belum bisa menyebutkan berapa rupiah yang akan digelontrokan untuk pembangunan kawasan tersebut.
“Sementara ini masih dalam proses perencanaan. Karena kalau perencanaan itu tidak bisa diestimasi, harus fix. Nanti nunggu perencanaan di perubahan anggaran,” tandasnya. (Roy)




