Berusia muda tidak menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan. Justru sebaliknya, lewat kreativitas dan motivasi yang tinggi untuk menjadi pengusaha sukses. Salah satunya Wardatul Muniroh Aini, perempuan manis asal Kramatwatu, Kabupaten Serang yang sukses mendirikan usaha kuliner Fussion Food and Café.
Sabtu (01/01/2019) Owner Fusion Foods and Coffee ini diundang ke MilTalk Show Sultan TV di Kota Serang Desa Beberan Banjar Sari. Ia bercerita seputar perjalanan bisnis yang dijalaninya saat ini.
Wardah tak menduga, usaha kuliner yang dirintis bersama dengan Arif Budi Kusuma bisa berkembag pesat dengan cepat. Usaha yang membuka kedai di Kuliner Kampung Kontainer, Alun-Alun Kota Serang ini terbilang sukses memanjakan lidah bagi setiap penikmatnya.
https://www.instagram.com/p/BjM0ITJDbXl/?utm_source=ig_web_copy_link
Cerita bermula di awal tahun 2017, ia menyelesaikan program studi sarjana akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Serang. Dengan modal nekat, ia merintis dalam membuat produk olahan makanan salad buah.
“Aku nekat aja, coba buka media sosial, ternyata orang lebih banyak tertarik dengan makanan seperti ini. Nah,coba-coba deh, dengan modal seadanya,” kata Wardah.
Seperti pepatah, sukses harus diraih dengan kerja keras, Wardah merasakan pergolakan yang luar biasa. Kesalahan strategi bisnis sempat membuatnya jatuh sesaat, namun kemudian bangkit lagi dengan beragam inovasi.
“Karena modal seadanya, aku sempat bilang, ‘kok begini ya’. Tapi karena motivasi dari Umi, ya harus coba lagi. Gagal coba lagi,” kata dia.
Sebelum membuka kedai Fusion Foods and Coffee, ia hanya berjualan salad buah. Ide ini diperolehnya dari kegemarannya dalam bermain media sosial, Instagram.
Kemudian, dia mencoba mencari informasi cara membuat salad buah di internet. Maklum saja, ia sendiri sebelumnya tak bisa membuat salad buah. Butuh waktu lama untuk meracik olahan buah ini.
Namun, karena niat bisnis yang kuat, Wardah terus berusaha meracik aneka bahan untuk menjadi salad buah dengan rasa berbeda dari yang lain. Kerja keras Wardah akhirnya membuahkan hasil.
“Aku cari tips-tips di Internet. Aku coba terus, sampai akhirnya lahirlah salad buah. Di awal-awal ya, banyak gagalnya,” kata dia.
Ia pun, kini bisa punya lima karyawan dari hasil kerja kerjasnya selama ini.
“Awalnya aku jualan ke temen-temen kantor, temen media sosial, aku tawarin salad buah. Alhamdulillah responya positif, aku bisa punya gerobak dan punya kedai di Alun-Alun, deh,” kata dia.
Jatuh Bangun
Sukses tak semudah membalikkan telapak tangan. Mungkin pepatah ini tepat untuk mewakili perempuan kelahiran Serang tahun 1995 ini.
Berjalan sekitar setahun, ternyata bisnis yang dijalankan tidak sesuai harapan. Banyak kendala yang sulit dihadapi, hingga penjualan tak sesuai dengan yang diharapkan.
“Ada sedikit penyesalan memang, karena kesalahan strategi,” kata Wardah mengakui.
Wardah kemudian mencoba arena Car Free Day di Kota Cilegon dan Alun-Alun Kramatwatu. Promosi juga dilakukan melalui media sosial.
“Ternyata belum cukup efektif, omzet yang dihasilkan, pun. Tak besar. Tapi ya bersyukur, aja,” kata dia.
Tahu omzetnya tipis, Wardah kemudian menciptakan produk baru bernama Hotang (sosis isi kentang), roti kukus, nasi gila dan kopi nusantara. Meski belum besar, namun setidaknya cukup untuk memberikan tambahan penghasilan rutin setiap bulannya.
Saat ini dirinya sudah berhasil mendirikan dua kedai. ke depan, Wardah berencana untuk membuka kedai baru di kantin Unsera. Menurutnya, langkah tersebut lebih efektif dan efisien.
“Alhamdulillah, omzet saat ini Rp. 15 juta dalam sebulan,” pungkasnya.




