SERANG – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar menunggu detik terakhir turunya harga saham Bank Banten.
Ketika saham Bank Banten berada dititik terendah pihaknya akan memborong semua saham Bank Banten, Dengan demikian saham Bank Banten akan seutuhnya milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Dan saat ini saya masih menunggu, sampai dengan detik-detik terakhir (kalau tidak membaik, red), akan kita breakout semua, kita tarik, kita beli semua sahamnya. Sehingga Bank Banten itu milik kita sendiri,” katanya, Senin (22/4).
Ia mengatakan saham Bank Banten yang menjadi milik publik saat ini sebesar 33 persen.
“Yang berfluktuasi itu saham publik, sebesar 33 sekian persen. Kenapa berfluktuasi, karena ada aturan yang membuatnya. Dulu limit saham terendah itu Rp50. Sekarang ada aturan baru, dimana limit itu fluktuatif berdasarkan mekanisme pasar,” terangnya.
Ia juga mengatakan memerlukan dukungan dari banyak pihak agar dapat menyelamatkan Bank Banten dari keterpurukan.
Lanjutnya, Bank Banten secara performa dalam kondisi baik. Selain itu, dari sisi kelembagaan, Bank Banten disebut-sebut telah memiliki multi layanan yang cukup lengkap seperti mobile banking, ATM bersama, hingga melayani layanan on the spot di titik tertentu.
“Jadi kalau menurut saya tidak ada alasan untuk tidak membangun Bank Banten, secara performa Bank Banten sangat baik. Saya katakan, Bank Banten sudah mulai untung, dan itu memang benar terjadi. Kemudian dari sisi kelembagaan juga sudah bagus, ada layanan mobile banking, dan layanan-layanan lain. Itu semua sudah menjadikan tanda bahwa performa Bank Banten sudah dalam kondisi yang baik,” tuturnya.
“Secara regulasi, juga kita sudah memenuhi semua. Bahkan kalau semisal sampai terjadi kesulitan (permodalan, red) kita sudah lakukan KUB (kelompok usaha bank) dengan Bank Jatim. Apalagi, tidak ada alasan kalau menurut saya,” pungkasnya. (Fik)




