SERANG – Dinas Pertanian dan Peternakan (DIstan) Provinsi Banten memberikan bantuan kambing domba kepada 63 Kelompok peternak. Setiap kelompok peternak akan mendapatkan 7 ekor kambing domba betina produktif dan 1 ekor kambing domba penjantan. Pemberian itu dibagi mejadi dua tahap.
Untuk tahap pertama dilaksanakan pada Kamis (4/5) yang diikuti sebanyak 37 kelompok peternak. Sementara untuk tahap dua, akan diberikan kepada 29 kelompok peternak pada Selasa (9/5) nanti.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengatakan, pemberian bantuan kambing domba tersebut bertujuan untuk menekan dan mengurangi angka stuting.
Lanjutnya, program itu nanti diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pertanian. Serta, mampu menekan dan mengurangi angka kemiskinan ekstrim di Provinsi Banten.
“Pertama mampu menekan dan mengurangi stunting, kedua mendorong pertumbuhan ekonomi disektor pertanian, ketiga mampu menekan, mengurangi kemiskinan ekstrim di Provinsi Banten,” katanya di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu Banten, Selasa (4/5).
Kata dia, dengan beternak domba maka akan ada penghasilan pendapatan harian, minggun dan bulanan.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong dengan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ternak kambing domba.
“Distan mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ternak kambing domba,” katanya.
Ia juga mengatakan pihaknya memberikan bantuan itu kepada kelompok peternak yang sudah memiliki pemahaman dalam beternak.
“Tentunya dia sudah paham tentang peternak kambing domba memiliki kandang dan tak kalah penting dia juga memiliki sumber pakan, bergabung dalam suatu kelompok,” katanya.
“Kami lebih prioritaskan kepada kelompok yang berstatus penggarap bukan pemilik,” imbuhnya.
Lanjutnya, tingkat kelahiran kambing domba tergolong cepat. Kata dia, dalam setahun kambing domba dapat melahirkan sebanyak dua kali, dalam satu kali melahirkan kambing domba melahirkan dua ekor kambing domba.
“Tingkat kelahiran kambing domba cepat setahun itu dua kali, sekali melahirkan dua ekor,” ujarnya.
“Tujuh ekor ini (Betina) dalam satu tahun dia bisa melahirkan dua kali, sekali melahirkan dua ekor berarti sekali tujuh ekor melahirkan dapat 14 ekor dalam setahun ada 28 ekor,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Oong Syahroni mengatakan pemberian bantuan kambing domba untuk peternak itu merupakan usulan dari masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Banten saat melaksanakan reses.
“Semula memang usulan dari masyarakat dalam bentuk aspirasi ketika anggota dewan reses hari ini kita implementasikan,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa program itu berdampak baik dengan memberikan kesejahteraan untuk kelompok peternak. Kata dia, jika program tersebut baik maka pihaknya akan memaksimalkan program tersebut.
“Memang berdampak baik dengan dampak kesejahteraan luar biasa butuh kita kawal program ini. Sehingga kedepan sekiranya program ini baik maka kedepan kita akan maksimal kan kembali,” ujarnya.
Ia juga mengatakan kelompok ternak yang sudah mendapatkan bantuan kambing domba dapat memanfaatkan program tersebut dengan baik dan dapat menjaga kepercayaan pemerintah.
“Diharapkan dapat merawat program ini diberikan kepercayaan secara maksimal dimanfaatkan. Intinya jangan hilang kepercayaan pemerintah daerah kepada kelompok-kelompok yang kedepan program ini bermanfaat untuk kelompok lain,” katanya.
Ia juga berharap kelompok peternak yang mendapatkan bantuan kambing domba itu mendapat kesejahteraan dengan memanfaatkan program tersebut sebaik mungkin.
“Harapan saya kelompok ini bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan kesejahteraan untuk anggota kelompoknya,” pungkasnya.[Fik]




