SERANG – Menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Didik Farkhan Alisyahdi harus seringkali bersinggungan dengan wartawan. Namun, siapa sangka jika alumnus Universitas Brawijaya pernah melakoni profesi sebagai jurnalis.
“Saya pernah menjadi wartawan seperti bapak dan ibu,” ujar Didik membuka acara Coffee Morning bersama Pers di Gedung Kejati Banten, Kamis (2/3/2023).
Didik mengaku, sejak kuliah dirinya aktif dalam pers kampus di Universitas Brawijaya, Malang, Provinsi Jawa Timur. Setelah lulus kuliah, Didik kembali melanjutkan hobinya menulis dengan bekerja sebagai wartawan. Pria kelahiran Bojonegoro, 18 Oktober 1971, itu bergabung menjadi awak media di Jawa Pos Grup.
“Belajaran itulah hingga akhirnya saya menjadi senang menulis, termasuk saat menjadi pegawai di kejaksaan juga saya masih suka menulis,” katanya.
Ia mengaku hingga kini masih bisa menulis berita singkat (straight news). Bahkan pernah kalau ada wartawan yang coba mengkonfirmasi kemudian bahan berita dibuatkan sendiri olehnya.
“Sampai sekarang nulis features, straight news saya masih bisa. Bahkan nulis dengan judul bombastis juga bisa,” kelakarnya.
Meski telah hijrah dari dunia jurnalistik tapi kegiatan menulis masih tetap dilakoninya. Hasil karya-karya tulisan orisinil miliknya seputar masalah hukum dimuatnya pada laman pribadi atau blog.
Kini Didik Farkhan Alisyahdi diberikan amanah menjadi Kepala Kejati Banten. “Saya mengajak bersinergi, peran media itu sangat penting,” katanya dialamatkan kepada awak media.[]




