PANDEGLANG – Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sebagian wilayah Provinsi Banten terendam banjir. Tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten Sabtu (19/3/2022) sejak dini hari pukul 04:00 sejumlah wilayah terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Banjir melanda Kecamatan Carita yakni di Desa Carita, Sukajadi, dan Banjarmasin. Selain itu, Desa Cibereum, Kecamatan Banjar dan Kecamatan Labuan Kabupaten Pandegalng.
Menurut warga setempat, penyebab banjir dikarenakan hujan deras dari dua gunung yang ada di Pandeglang.
“Setelah ditelusuri, penyebab air datang fari sungai di Desa Banyu Biru di dekat bendungan yang menampung air dari dua gunung,” ucap Kisunda, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Labuan, melalui sambungan seluler kepada Sultan TV, Sabtu (19/3/2022).
“Masjid Agung Caringin juga terendam banjir,” tambahnya.
Ia menuturkan, di wilayah Labuan sudah tidak pernah ada banjir sejak tsunami yang melanda 4 tahun lalu. Namun hujan besar di wilayah gunung dan kondisi laut yang sedang pasang menyebabkan debit air terus meningkat.
“Semenjak tsunami terakhir itu kami sudah 4 tahun tidak banjir. Setelah normalisasi sungai itu tidak pernah banjir, baru ini lagi karena intensitas hujan tinggi dan laut sedang pasang,” jelasnya.
Saat ini ketinggian air bervariasi mulai dari paha hingga dada orang dewasa, atau sekitar 1 hingga 2 meter.
Hingga saat ini warga korban banjir masih menunggu bantuan dari relawan hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang.
“Belum ada relawan. Butuh perahu bermesin, kalau perahu karet tidak kuat karena arusnya deras,” Ujarnya.
Terpisah, Rahmat Zultika Sekretaris BPBD Kabupaten Pandeglang mengatakan, pihaknya tengah mengerahkan personel ke titik rawan bencana.
“Penyebabnya dikarenakan hujan deras dari jam 3 pagi. Saat ini tim sudah berada di lokasi. Namun belum menjangkau semua karena akses jalan yang terendam air,” ucapnya. []




