Scopophobia, Ketakutan Terhadap Tatapan Mata Orang Lain

Scopophobia adalah sebuah ketakutan akan pandangan mata orang lain terhadap dirinya, ketakutan ini akan semakin menjadi jika semakin banyak orang yang memandanginya. Tingkat fobia ini berbeda-beda untuk setiap orang, ada yang baru merasa tidak nyaman setelah dipandang dalam waktu lama, hingga merasa takut hanya dari pandangan sekilas saja.

Scopophobia ini cukup jarang didengar orang karena sering kali fobia ini dianggap sebagai sifat malu biasa, padahal ini adalah sejenis fobia yang penyebabnya dapat dijelaskan secara ilmiah. 

Dilansir idntimes.com, scopophobia dapat terjadi karena kejadian yang menyebabkan trauma di masa lalu, seperti dibully dan dipermalukan di depan umum. Selain itu sifat pemalu dan kurang percaya diri juga turut menjadi pemicu dari fobia ini. Pada banyak kasus, suatu kondisi seperti anggota tubuh yang tidak sempurna, autisme, epilepsi, dan hal-hal lainnya yang dapat mengundang tatapan tidak mengenakkan dari orang lain juga dapat memicu fobia ini.

Selain itu seperti dilansir jurnal berjudul Genetic Risk Variants for Social Anxiety pada tahun 2011 fobia sosial, termasuk Scopophobia, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik meskipun ini jarang terjadi. Oleh karena itu orang dengan riwayat keluarga yang memiliki suatu fobia sosial memiliki risiko untuk memiliki fobia juga.

Seperti dilansir laman Healthline, orang dengan Scopophobia ketika dilihat orang lain akan mengalami beberapa gejala seperti rasa khawatir berlebihan, jantung berdebar-debar, mulut kering, sulit berkonsentrasi, hingga panic attack. Tingkat gejala yang dialami akan berbeda-beda untuk setiap orang tergantung seberapa parah fobia yang dialaminya.

Orang-orang dengan Scopophobia memiliki imajinasi bahwa orang-orang sekitar sedang melihat dirinya dan sedang mencela dirinya, hal ini dibuktikan melalui studi pada tahun 2011 pada Jurnal Cognition and Emotion. Selain itu, orang dengan Scopophobia akan merasa tatapan yang mengarah kepada dirinya seperti ancaman sehingga menjadi selalu ketakutan terlebih di keramaian.

Menurut jurnal berjudul Treatment of anxiety disorders tahun 2017,  terdapat beberapa metode untuk menyembuhkan fobia sosial seperti scopophobia yaitu dengan terapi psikologi atau obat-obatan.

Untuk terapi psikologi, metode yang banyak digunakan adalah Systematic desensitization. Terapi ini memberikan pasien hal-hal yang membuatnya trauma, di mana tingkat eksposurnya akan ditingkatkan perlahan-lahan hingga pasien bisa menghadapi fobianya.

Selain itu ada juga Cognitive Behavioral Therapy (CBT), yaitu metode yang menggabungkan systematic desensitization dengan pemahaman akan rasa takut tersebut. Dengan metode ini, pasien diharapkan dapat mengubah rasa takutnya menjadi rasa percaya diri. Ada juga metode hipnoterapi yang menggunakan sugesti untuk melawan fobia dan meditasi untuk membuat pikiran lebih tenang.[]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.