Saranjana: Kisah Kota Hilang dari Kalimantan Selatan

Masyarakat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, semakin percaya tentang keberadaan Kota Saranjana setelah kejadian tahun 1980-an silam. Kala itu pemerintah setempat dikagetkan oleh kedatangan sejumlah alat berat pesanan dari Jakarta yang ditujukan ke alamat Kota Saranjana.

Padahal Kota misterius itu tidak termasuk ke dalam administrasi Kabupaten Kotabaru. Bahkan kenyataannya Kota Saranjana tidak pernah ada di pemetaan pulau Kalimantan.

Alkisah ada sebuah kota besar yang terletak di Pulau Laut, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penduduknya ramai dan peradabannya disebut-sebut maju. Namun, kota bernama Saranjana itu tidak ditemukan dalam berbagai peta modern Indonesia.Walau begitu, sejak lama, sebagian masyarakat lokal Kotabaru percaya akan keberadaan Saranjana. Tidak diketahui pasti, dari mana awal mula cerita soal Saranjana berasal.

Mereka menyebutnya sebagai Kota Gaib, Kota yang Hilang, Kota Supranatural, dan sebagainya.”Kalau ditanya ke orang Kotabaru, pasti mereka tahu soal kota misterius tersebut. Atau paling enggak mereka pernah dengar,” ungkap sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat Masyhur dalam perbincangannya dengan kumparan, Jumat (25/1).

Saranjana di Peta Naturalis Jerman Mansyur menjelaskan, memang bahasan soal Saranjana tidak bisa dilepaskan dari aspek sejarah lisan. Alasannya, kemungkinan keberadaan kota tersebut sangat tipis, antara fakta atau mitos. Namun, keberadaan Saranjana tetap bisa dilihat dari aspek historis melalui metode penelitian sejarah. Mulai dari metode heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.

Dalam catatan Masyhur, Saranjana sebagai kota dapat dilacak melalui peta berjudul ‘Kaart van de Kust-en Binnenlanden van Banjermasing behoorende tot de Reize in het zuidelijke gedelte van Borneo’ atau yang bisa diartikan sebagai “peta wilayah pesisir dan pedalaman Borneo”. Peta itu dibuat naturalis Jerman Salomon Muller, 1845 silam.

Saranjana: Kota Hilang yang Tak Hilang dari Ingatan (1)
Peta Saranjana 1845. (Foto: Dok. Salomon Muller)

Muller menuliskan sebuah wilayah bernama Tandjong Sarandjana dalam petanya. Wilayah itu terletak di sebelah selatan Pulau Laut. Peta itu diterbitkan oleh Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen dalam Reizen en onderzoekingen in den Indischen Archipel (Lembaga Penerbitan Peta Nusantara). “Tepatnya berbatasan dengan wilayah Poeloe Kroempoetan (Pulau Kerumputan) dan Poeloe Kidjang (Pulau Kijang),” ungkap Masyhur.

Dalam peta modern Indonesia, Pulau Laut hampir tidak terlihat karena ukurannya yang kecil. Secara administratif, ada 6 kecamatan yang terdiri dari 74 desa dan 4 kelurahan dalam pulau itu. Semuanya masuk dalam Kabupaten Kotabaru yang ibu kotanya berada di bagian utara pulau. Tak ada nama Saranjana maupun Tandjong Sara.Kapasitas Muller dalam membuat peta tentunya tak diragukan.

Dia merupakan anggota des Genootschaps en Natuurkundige Komissie in Nederlands Indie atau Dinas Kehutanan Hindia Belanda. Dia pun sudah mendapatkan pelatihan membuat peta dari Museum Leiden, Belanda. Saat membuat peta itu, Muller sedang dalam penelitian flora dan fauna di kepulauan Nusantara.

“Namun belum bisa dipastikan apakah Salomon Muller pernah berkunjung ke Tandjong (hoek) Serandjana sebelum memetakannya,” tutur Masyhur.

Saranjana: Kota Hilang yang Tak Hilang dari Ingatan (2)
Ilustrasi Saranjana. (Foto: Anggoro Fajar/kumparan)

Saranjana di Kamus Belanda

Keberadaan kota misterius itu yang diyakini memang ada di Indonesia selanjutnya dibuktikan dengan sebuah kata Saranjana pada kamus Belanda yang berjudul Aardrijkskundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsch Indie: Bewerkt Naar de Jongste en Beste Berigten karya Pieter Johannes Veth.

Kamus tersebut diterbitkan resmi di Amsterdam oleh Lembaga Penerbitan di Amsterdam bernama P.N. van Kampen pada 1869.

Dalam kamus tersebut, Veth menuliskan begini, ‘’Sarandjana kaap aan de Zuid-Oostzijde van Poeleoe Laut, welk eiland aan Borneo s Zuid-Oost punt is gelegen.’’

Yang artinya, ‘’Sarandjana, tanjung di sisi selatan Poeloe Laut (Pulau Laut) yang merupakan pulau yang terletak di bagian tenggara Kalimantan.”

Menanggapi hal tersebut Masyhur mengemukakan tiga kemungkinan.

Pertama, bahwa benar Saranjana berada di wilayah Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Kedua, jika mengacu pada penjelasan Veth, maka kemungkinan kota yang hilang tersebut berada di Teluk Tamiang, Pulau Laut.

Ketiga, Saranjana merupakan wilayah yang berada di bukit kecil yang terletak di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kalimatan Selatan. Jika melihat dari letak geografisnya, Masyhur tak menafikan bahwa bukit tersebut akan terlihat indah karena berbatasan langsung dengan laut.[]

Berbagai sumber

(Visited 32 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.