SERANG, Sultantv.co – Wali Kota Serang Budi Rustandi meminta kepada Gubernur Banten Andra Soni agar mampu memfasilitasi penataan kawasan Pasar Induk Rau.
Permintaan ini disampaikan Budi, setelah Gubernur Banten meninjau secara langsung kondisi Pasar Rau, pasca ratusan pedagang di area Blok M dan Terminal Cangkring direlokasi.
“Dukungan dari Pemerintah Provinsi Banten nanti soal penataan kawasannya, seperti jalan, irigasi dan sebagainya. Kalau saya (Pemkot Serang) akan bangun (gedung) Pasar Raunya,” kata Budi kepada wartawan, Rabu, 30 Juli 2025.
Untuk itu, kehadiran Gubernur Banten ke Pasar Rau dalam rangka berkolaborasi Pemkot Serang dengan Pemprov Banten, terkait penertiban pedagang dan pembangunan Pasar Rau depannya.
“Insya Allah dengan izin Allah SWT, harapan besar saya masyarakat Kota Serang akan punya pasar yang bersih, asri dan modern,” ucap Budi.
Lebih lanjut, politisi Gerindra ini mengungkap, bahwa pembangunan Pasar Induk Rau akan dilakukan pada tahun 2026 dengan menggunakan APBD Perubahan.
“Tahun depan. Kita percepat perencanaannya di perubahan karena saya dengan Pak Andra ini kan pejabat yang dipilih oleh masyarakat dan punya waktu empat tahun lagi. Makanya dipercepat supaya tidak disebut omon-omon,” terang dia.
Saat ini, tempat penampungan para pedagang Pasar Rau masih dalam persiapan oleh Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi.
Budi mengklaim, tidak ada kendala apapun selama proses pelaksanaan relokasi ratusan pedagang di area Blok M maupun Terminal Cangkring.
“Alhamdulillah tidak ada kendala. Cuma edukasi aja bahwa yang kita lakukan ini adalah awal dari permulaan perubahan Pasar Rau menjadi pasar yang besar dan modern,” katanya.
Senada disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil. Ia mengaku jika pelaksanaan relokasi para pedagang pada tahap awal ini berjalan lancar tanpa ada kendala.
“Bahkan besok (Kamis) sudah masuk ke pedagang yang berada di area saluran irigasi dan pemukiman warga,” ujar Wahyu.
“Mudah-mudahan ini terus berlanjut kelancarannya dan ini akan berdampak lebih luas kepada masyarakat yang ada di sekitaran Pasar Rau dalam penanganan banjirnya,” sambungnya.
Wahyu mengatakan penanganan sampah beserta puing-puing kios di area Blok M dan Terminal Cangkring baru mencapai 30 persen.
Adapun armada yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah ini sekitar 16 dump truk.
“Karena yang kita keduk itu kan sampah yang ada airnya. Sementara kalau sampah ini dimasukan ke truk dan mobilnya tidak boleh jalan dulu karena akan mengotori jalan. Makanya diindapkan dulu, baru jalan dan dibuang langsung ke TPSA Cilowong. Ini bagian dari teknis kami,” jelasnya.
“Penyelesaiannya kita tidak ditarget karena kita berupaya untuk menyelesaikan masalah ini secara optimal,” imbuh Wahyu. (Roy)





