More

    Jelang Ramadan, Miras Digilas

    CILEGON – Menjelang bulan Ramadan, Polres Cilegon melakukan pemusnahan minuman keras (miras) yang dihasilkan dari razia dan operasi pekat.

    Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono mengatakan, ada sekitar 2.488 botol miras, 75 liter tuak yang dimusnahkan.

    “Miras ini merupakan hasil dari operasi pekat (penyakit masyarakat) selama bulan Maret 2022,” kata Kapolres di sela-sela kegiatan pemusnahan dan penggilasan miras di halaman Mapolres Cilegon, Kamis (31/3).

    Kata Kapolres, pemusnahan miras itu dilakukan setelah mendapatkan penetapan dari kantor Pengadilan Negeri Serang berupa usulan atau inisiasi kepada pemerintah daerah untuk memotong antara supply dan demand.

    “Selanjutnya, kami akan koordinasi dengan Pemkot, agar para pengusaha tersebut diberikan sanksi. Kemudian secara administrasinya dicabut dan lain-lain,” terang Kapores.

    Lebih lanjut kata Sigit, pihaknya juga akan membahas hal tersebut di tingkat Forkopimda.

    “Kita akan bahas ini dengan Walikota dan Ketua DPRD Cilegon. Ini dikarenakan ada yang menyangkut aturan-aturan yang harus ditempuh, seperti peringatan dulu atau apa gitu,” ujarnya.

    Dikatakannya, sedangkan miras yang diperoleh dari hasil operasi pekat itu berasal dari sejumlah toko kelontong di Cilegon dan wilayah Kabupaten Serang.

    “Lokasinya ada diperoleh Kota Cilegon secara geograsi dan sebagian kami dapatkan di wilayah Kabupaten Serang secara geografis namun wilayah hukumnya masuk Polres Cilegon,” ujar Sigit.

    Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji pentamarta mengimbau, agar semua pihak ikut mendukung pembersihan Kota Cilegon dari hal-hal yang merugikan dalam melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadan.

    “Jadi pertama tentu harus ada kolaborasi seluruh stakeholder Kota Cilegon, pemerintah, aparat keamanan, ulama, ormas, harus semangatnya membersihkan Cilegon dari penyakit masyarakat lebih-lebih menyambut Ramadan,” imbuhnya.

    Sanuji menegaskan, kepada para toko kelontong yang masih menyediakan miras, agar mentaati peraturan yang berlaku, karena jika tidak, akan disanksi.

    “Tentu ini gagasan bagus untuk memberikan teguran dan sanksi kepada toko yang masih menjual. Ini dilakukan agar peredarannya ditutup,” tandasnya. (mam)

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,600PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru