30.4 C
Serang
Tuesday, June 22, 2021
spot_img

Imbas Kedelai Impor Mahal, Harga Tempe di Lebak Terus Merangkak Naik

LEBAK – Tempe menjadi konsumsi pokok masyarakat Indonesia saat ini. Hampir semua orang suka dengan makanan yang satu ini. Harga kedelai yang mencapai di angka 1.200.000 per kuintalnya, membuat para pengrajin tempe di pasar Rangkasbitung kesulitan memenuhi kebutuhan di pasaran.

Salah satu penjual tempe di Pasar Rangksbitung Siti mengatakan bahwa harga kedelai yang mahal membut harga tempe naik.

“Sekarang harganya 8.000, naik lagi,” Kata Siti pada Kamis (10/6/2021).

Untuk saat ini harga tempe di pasaran kisaran 8.000 ribu yang semula 5.000 ribu, harga ini diprediksi akan terus naik, mengingat para pengrajin tempe mengeluhkan harga kedelai yang mahal.

Siti mengungkapkan, sebelumnya dirinya menjual tahu tempe hasil buatannya sendiri, namun karena harga kacang kedelai yang melambung tinggi membuat Siti tidak sanggup menanggung biaya produksi. Sehingga kini, Ia cuma bisa menjual kembali tempe hasil olahan pengrajin tempe lainnya.

“Harga bahan baku naik, plastiknya naik. Serta harga kedelainya yang melambung,” ungkap Siti.

Selain itu Pengrajin tahu Abdul Rohman sangat mengeluhkan harga kedelai impor yang mahal ini.

“Awalnya harga kedelai Rp 1.000.000 sekarang jadi Rp 1.200.000 per kintalnya. (AL)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,549FansSuka
6,768PengikutMengikuti
33,600PelangganBerlangganan
spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru