23.7 C
Serang
Friday, January 21, 2022
spot_img

Gatot Nurmantyo Tuding TNI Disusupi Komunis, TB Hasanuddin: Sebutkan Saja Orangnya Siapa

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin meminta Mantan Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo untuk membuktikan tudingan TNI yang disusupi paham komunis.

Hal itu menanggapi pernyataan Gatot terkait adanya indikasi penyusupan paham komunis ke dalam tubuh TNI. Tudingan itu berdasarkan bukti hilangnya sejumlah patung tokoh di Museum Dharma Bhakti, Markas Kostrad.

“Peluang penyusupan paham komunis memang selalu ada bahkan juga ke dalam tubuh TNI. Sesuai perundang-perundangan dan termaktub dalam KUHAP bila memang ada indikasi penyusupan atau bahkan penyebaran paham komunis terlebih di tubuh TNI silakan dilaporkan agar dapat diproses hukum,” kata Hasanuddin, Senin (27/9/2021).

Hasanuddin menegaskan, hilangnya patung Soeharto dan 7 Pahlawan Revolusi dalam diorama sejarah penumpasan G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti tidak dapat dijadikan bukti yang kuat adanya penyusupan paham komunis di tubuh instansi militer.

“Hilangnya patung Soeharto dan 7 Pahlawan Revolusi dalam diorama sejarah di Markas Kostrad itu tak bisa dijadikan indikasi atau bukti kuat adanya penyusupan paham komunis di tubuh TNI,” ucapnya.

Lebih lanjut, Hasanuddin meminta Gatot mengungkap pihak yang diduganya menyebarkan paham komunis di TNI.

“Jadi sebaiknya sebutkan saja orangnya siapa yang penyebar paham komunis di TNI. Tentu dengan bukti yang kuat. Proses secara hukum,” tegasnya.

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo sempat mengklaim paham komunisme telah menyusup ke tubuh TNI. Hal itu dia sampaikan saat mengisi acara webinar berjudul ‘TNI Vs PKI’, pada Minggu (26/9).

Pada kesempatan itu, Gatot menyinggung terkait masih ada-tidaknya PKI saat ini. Dia menegaskan komunisme saat ini di Indonesia masih ada meski selalu dibantah berbagai pihak.

Lantas, Gatot memberikan bukti-bukti masih adanya PKI di Indonesia lewat insiden perusakan museum Kostrad. Sejumlah bukti peristiwa penumpasan komunisme, seperti patung dihilangkan.

Dia menyebut insiden ini membuktikan adanya kemungkinan sudah berkembangnya paham komunis di tubuh TNI.

“Maka saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI,” tuturnya.

Selain TB Hasanuddin, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) juga menanggapi tudingan Gatot Nurmantyo itu. Kostrad mengatakan inisiatif pembongkaran patung-patung tersebut bukan berasal dari pihaknya.

“Bahwa tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad,” ujar Kepala Penerangan Kostrad Kolonel Inf. Haryantana dalam keterangan tertulis, pada Senin (27/9/2021).

Haryanta menerangkan, pada Senin (30/8), mantan Panglima Kostrad (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution menemui Pangkostrad, Letjen Dudung Abdurachman. Pertemuan kala itu juga dihadiri Kaskostrad dan Irkostrad.

“Yang bertujuan meminta untuk pembongkaran patung-patung tersebut,” jelas Haryanta.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
16,400PengikutMengikuti
35,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru