Film “Anak Garuda”, Diangkat dari Kisah Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI)

Anak Garuda merupakan film inspiratif bagi kamu yang menontonnya. Mengapa? Semua ini bermula dari SPI atau Selamat Pagi Indonesia. Tempat ini merupakan lingkungan yang mempunyai tempat bermain, sekolah, dan bahkan sekarang-sekarang ini sedang dibangun kampus Selamat Pagi Indonesia. Kenapa dinamakan Selamat Pagi Indonesia? Mereka ingin bahwa semangat mereka itu bagaikan semangat yang datang diwaktu pagi. Selamat Pagi Indonesia (SPI) terletak di Kota Batu, Malang.

Jika kalian ke tempat ini, kamu akan melihat berbagai anak-anak yang mempunyai latar belakang yang berbeda, seperti anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya begitu saja, anak yang mempunyai latar belakang tidak mampu, dan masih banyak lagi. Oleh karena kisah-kisah inspiratifnya ini, Selamat Pagi Indonesia menjadi peraih Kick Andy Heroes 2018, lho Pelayar! Banyak investor-investor yang menyumbangkan sebagian hartanya untuk Selamat Pagi Indonesia karena kisah-kisah perjuangan anak-anak di sana yang tidak kenal dengan kata lelah.

Nah, film ini semua bermula dari sini. Kisah-kisah inspiratif Selamat Pagi Indonesia lah yang membuat film ini berhasil. Jika kalian tahu, film ini ternyata dibuat oleh Butterfly Pictures yang merupakan rumah produksi punya anak-anak Selamat Pagi Indonesia. Hal ini membuat banyak kalangan investor sangat kaget, karena mereka menyangka bagaimana bisa anak-anak di bawah umur seperti mereka bisa membuat film.

Tetapi, berkat bantuan sutradara Faozan Rizal dan Verdi Solaiman, mereka bisa membuktikan bahwa mereka itu bisa. Anak Garuda sendiri terinspirasi dari kisah nyata para pejuang yang ada di Selamat Pagi Indonesia (SPI). Mereka adalah tujuh manusia biasa yang berjuang menjadi orang yang luar biasa. Tujuh orang tersebut yaitu Sayidah, Yohana, Robet, Olfa, Wayan, Sheren, dan Dila.

Tidak lupa juga, film ini mengisahkan seorang pendiri Selamat Pagi Indonesia bernama Julianto Eka Putra atau sering dipanggil dengan Koh Jul. Ia merupakan orang yang selama ini memberikan semangat kepada anak-anak yang ada di Semangat Pagi Indonesia. Oleh karena itu, kisahnya harus diangkat di film ini.

Verdi Solaiman yang menjadi produser pada film ini mengakui sangat terinspirasi terhadap kisah perjuangan anak-anak yang mempunyai latar belakang yang cukup buruk. Verdi mengatakan “Aslinya, saya ini memang sangat terkesan dengan siswa-siswi SPI ini. Tak cuma sanggup mengatasi hambatan pribadi yang rumit, seperti self-esteem dan percaya diri, mereka semua serius mengasah skill agar bisa jadi usahawan muda yang sukses, lalu mereka juga mampu membentuk tim kerja yang efisien dan valuable. Berbagai tempaan ini yang menjadikan mereka pribadi-pribadi yang berintegritas tinggi, padahal masih sangat muda. Saya rasa, ini perlu disampaikan kepada masyarakat, karena ini kisah nyata dan kisah sukses, bukan cuma teori di atas kertas. Harapannya film ini bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat, karena film ini cocok untuk semua lapisan, dari anak-anak muda remaja yang sedang mengejar cita-cita, hingga orang tua yang memberi arahan. Bahkan bagi calon pengusaha muda yang mau bikin startup, saya sarankan nonton ANAK GARUDA. Kalau anak-anak SPI yang dari kalangan miskin saja bisa, apalagi kita yang dari kalangan lebih beruntung, juga pasti bisa!” ucap Verdi.

Saat Press Conference dan Gala Premiere yang diadakan di kawasan Epicentrum, Yohana Jusuf, selaku Producer, Alumni SPI, serta salah satu tokoh yang diceritakan di sini mengaku bangga terhadap karyanya sendiri dan memberikan suatu tantangan sendiri bagi dirinya. “Begitu banyak nilai dan sari kehidupan yang kami dapatkan di SPI yang rasanya semua bernilai untuk diceritakan kembali ke masyarakat, tetapi kami tidak boleh lupa bahwa medium film juga bertujuan memberi hiburan yang inspiratif untuk masyarakat, apalagi dengan target penonton para milenial yang tentunya tidak ingin diceramahi lewat film. Maka tantangan film ini adalah bagaimana menyajikan pengalaman hidup kami ini lewat perspektif yang fresh, mudah diikuti, sambil tetap menyenangkan dan menghibur bagi penonton,” ungkap Yohana.

(Visited 6 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.