More

    1.910 Balita di Kota Serang Menderita Stunting

    JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan audit terhadap data anak. Hasilnya, 8 ribu anak berisiko stunting.

    Selain itu, berdasarkan data yang telah terverifikasi, ada 1.910 balita yang telah menderita stunting.

    Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan mengatakan, awalnya keluarga yang berisiko stunting sebanyak 52 ribu. Namun setelah dilakukan verifikasi, ada 8 ribu yang berisiko gagal tumbuh kembang.

    “Ada 8 ribu anggota keluarga yang berisiko stunting. Hasil pendataan 52 ribu, validasi turun 8 ribu,” katanya, Ddikutip Kamis (1/12/2022).

    Ia menerangkan, anak yang dipastikan telah menderita stunting berjumlah 1.910 atau 5,7 persen.

    “Angka stunting sendiri kita ada di angka 5,7 persen dari jumlah 52 ribu balita, kita ada 1.910 balita yang stunting,” terangnya.

    Ia menjelaskan, faktor yang menyebabkan stunting dapat dimulai dari menikah muda, ibu hamil yang tak mengkonsumsi pil tambah darah dan lainnya.

    “Audit stunting terindikasi yang berpengaruh dalam stunting mulai pernikahan dini, kehamilan ibu hamil tidak mengkonsumsi pil darah, menyusui kurang,” jelasnya.

    Anthon mengklaim angka stunting di Kota Serang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi pihaknya tidak merinci angka.

    “Kalau melihat data angka penurunan dari tahun lalu,” klaimnya.

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    37,800PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru