More

    1.765 Kecamatan Masuk Daerah Merah PMK, Peredaran Hewan Ternak Dilarang

    JAKARTA – Sebanyak 1.765 kecamatan, dari total sebanyak 4.614 kecamatan masuk kedalam daerah merah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak. Terkait ini, pemerintah akan melarang pergerakan hewan ternak di semua wilayah tersebut.

     “Akan diberikan larangan daripada hewan hidup dalam hal ini sapi untuk bergerak. Itu di daerah level kecamatan yang terdampak daripada penyakit kuku mulut atau kita sebut ‘daerah merah’,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis (23/6/2022).

    Dari 1.765 kecamatan yang termasuk daerah merah PMK hewan ternak atau 38 persen dari 4.614 kecamatan. “Seluruhnya detail nanti akan dimasukkan dalam Inmendagri (Instruksi Menteri Dalam Negeri),” kata dia.

    Airlangga memastikan jika pemerintah akan melakukan penanganan terhadap penyakit PMK hewan ternak seperti kebijakan dalam menangani pandemi Covid-19, dengan mengedepankan kebijakan berbasiskan level mikro.

    “Seluruh mekanisme yang harus dijaga selain pergeseran daripada hewan, juga kontrol terhadap mereka yang keluar masuk peternakan. Artinya biohazard melalui disinfektan itu penting karena kita juga melihat agar carrier daripada virus ini untuk terus dijaga,” ujar Airlangga.

    Selain itu, Presiden Joko Widodo juga akan membentuk Satuan Tugas Penanganan PMK yang dipimpin Kepala BNPB Suharyanto.

    “Wakilnya antara lain dari Dirjen Peternakan Kementerian Peternakan kemudian Birjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, dari Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian dan Asisten Operasi Kapolri dan Panglima TNI. Struktur ini mirror dengan penanganan Covid-19,” katanya.

    Pemerintah juga akan melakukan pengadaan vaksin PMK hingga 28-29 juta dosis pada 2022 dengan anggaran bersumber dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,000PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru