Bawaslu Gandeng SultanTV Latih SDM Jadi Pewarta Kreatif

Dalam rangka meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusian ( SDM) di bidang kejurnalistikan sekaligus fotografi, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Banten menggandeng SultanTV untuk berbagi energi kepada Staf Humas Bawaslu di setiap kabupaten/kota di Banten agar dapat menjadi pewarta yang kreatif.

Pasalnya, staf yang akan ditugaskan sebagai informan atau penyampai informasi kepada publik harus memiliki kemampuan dalam mengemas sebuah karya atau hasil kegiatan sebaik mungkin.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Banten Sam’ani menjelaskan, pelatihan tersebut digelar untuk mengasah soft skill bagian kehumasan dalam menyampaikan informasi program dan kegiatan Bawaslu di setiap masing-masing daerah dalam bentuk sebuah karya jurnalistik yang didukung dengan foto dan video yang menarik.

“Ini menjadi pembekalan bagi SDM kami agar mumpuni dalam memberitakan kegiatan Bawaslu dengan hasil yang baik yang nantinya akan diterbitkan di website sekaligus platform media sosial sebagai media informasi Bawaslu ,” ujarnya pada saat Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dan Fotografi Untuk Bawaslu Banten dan Bawaslu Kabupaten/Kota Tahun 2019 yang berlangsung di Jayakarta Hotel, Anyer, Sabtu (9/3).

Dijelaskan Sam’ani, dengan menghadirkan narasumber yang handal diharapkan dapat mendorong kemampuan staf Bawaslu khususnya bidang kehumasan dalam menyampaikan informasi publik, dokumentasi kegiatan serta pengelolaan media Bawaslu yang optimal.

“Tidak hanya teori saja, peserta juga diajak praktek dan review hasil pelatihan agar benar-benar paham dalam menerima ilmu dari setiap narasumber yang dihadirkan,” katanya.

Sementara itu, Chief Content Officer (CCO) SultanTv Bahroji mengatakan, untuk menyampaikan maupun menerbitkan berita harus memperhatikan teknik dalam menulis sekaligus cara pengambilan gambar yang sesuai agar dapat dinikmati oleh setiap lapisan masyarakat.

“Ada berbagai jenis tampilan berita di website dan platform media sosial yang dapat kita jadikan referensi, tinggal bagaimana kita mengemas sebuah karya berita tersebut sekreatif mungkin dengan menggabungkan beberapa unsur video maupun foto,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain skill menulis yang harus dibekali kepada setiap SDM, sebuah karya jurnalistik yang menarik juga dibutuhkan alat pendukung lainnya yang dapat memudahkan saat produksi seperti tripod, kamera dengan kapasitas memadai serta aplikasi editing yang bagus.

“Peserta langsung mempraktikan apa yang sudah kami jelaskan sehingga kedepannya kami harap bisa diaplikasikan pada setiap produksi yang dilakukan oleh peserta Bawaslu ini,” jelasnya.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (8/3) hingga Minggu (10/3) dengan menghadirkan beberapa narasumber Jurnalistik dan Fotografi.”. []

 

(Visited 10 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *