Viral Kisah Anak Yatim Lulus Polisi, Sujud di Kaki Sang Ibu yang Kesehariannya Hanyalah Pemulung

Kisah M Ikram, anak pemulung yang berhasil menjadi polisi, dengan segera menjadi viral.

Ia langsung sujud di kaki ibu kemudian memeluk wanita yang dipujanya itu dengan penuh haru.

“Saya menjadi bukti bahwa menjadi polisi bukan pakai uang,” ungkap pemuda asal Batam yang kini menjadi anggota Polri ini.

M Ikram adalah anak seorang pemulung yang tinggal di kawasan Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam.

Dikutip dari Tribun Batam, M Ikram mengatakan bahwa ia mimpi menjadi polisi sejak duduk di bangku SMP.

Cita-cita itu terus ia benam dalam hati.

Sempat juga ia tak yakin bisa meraih mimpi, karena kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.

Ayah M Ikram telah lama tiada.

Sang ibu, Ny Kamsinah (54) yang menggantikan ayah sebagai tulang punggung keluarga.

Sehari-hari Ny Kamsinah bekerja sebagai pemulung.

M Ikram saat berhasil jadi bintara.

M Ikram saat berhasil jadi bintara.

M Ikram rajin membantu sang ibu.

Setiap kali pulang sekolah di SMKN 6 Batam, Ikram langsung bergegas membantu sang ibu.

Ia ikut memilah-milah sampah yang masih bernilai ekonomis.

Ikram selalu semangat membantu ibu menghidupi kekuarganya.

Saat ada pengumuman penerimaan Polri, Ikram mencoba mendaftar.

Bermodal Rp 300 ribu, Ikram melengkapi administrasi pemberkasan.

“Pokoknya saya optimistis saja. Ini perjuangan meraih mimpi menjadi polisi. Uang cuman ada Rp 300 ribu buat modal pengurusan berkas,” sebutnya menceritakan.

Mulai dari pendaftaran, pengecekan berkas, hingga tahapan demi tahapan yang diikuti, tidak satu pun yang Ikram lewatnya. Tekadnya membaja.

Usaha itu ternyata berbuah manis.

Ikram diterima sebagai calon siswa Bintara yang akan mengikuti pendidikan di SPN Polda Kepri di Tanjungbatu.

M Ikram telah resmi dilantik Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto menjadi Bintara Polri Perbatasan bersama 160 Bintara lainnya, pada Senin (4/3/2019).

“Alhamdulillah mimpi saya sudah jadi kenyataan. Walaupun sebagai anak pemulung, ternyata saya bisa menjadi polisi,” ujarnya dengan bangga.

Pencapain Ikram ini tentu membuat sang ibu bahagia.

Mata Ny Kamsinah hanya berkaca-kaca saat memandangi wajah putranya yang gembira.

“Saya senang dan bangga. Gak menyangka bisa jadi polisi,” ucap ikram.

Perlahan-lahan air matanya membasahi pipi kanan dan kiri.

Ikram mengatakan, tahapan seleksi penerimaan anggota Polri murni sesuai kemampuan masing-masing peserta. Tak ada sogokan atau backing.

“Saya juga kemarin kemarin dibilangin tetangga sama kawan kawan, percuma aja Ikram ikut, harus siapin modal besar kalau mau jadi polisi. Tapi, ini saya buktikan. Masuk polisi bukan pakai uang, tapi pakai niat, doa dan kerja keras. Jangan percaya omongan orang. Saya sudah buktikan,” tegasnya.

M Ikram memeluk ibunya.

M Ikram memeluk ibunya.

Bersyukur atas pencapaian itu, Ikram pun langsung menekuk lutut ke dasar tanah.

Ia bersujud di kaki sang Ibu.

Ia berterimakasih atas doa dan dukungan sang ibu.

Sang ibu pun tak kuasa menahan deraian air mata bahagia.

 

(Visited 34 times, 1 visits today)

About The Author

You might be interested in

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *